Semalam, Kucabut 27 Nyawa

30 04 2008

Serius, semalam mlandhing ini tidak bisa tidur. Ronda. Dan hasilnya, dalam semalam aku cabut 27 nyawa. Eits, jangan lihat mlandhing sebagai kriminal dong. Semua nyawa itu, nyawa nyamuk kok.

Beberapa waktu lalu, untuk mengusir nyamuk aku gunakan aneka obat nyamuk. Cuma sepertinya para nyamuk itu ‘tidak’ sakit, jadi dikasih ‘obat’ apapun ya tidak mempan.

Ya sudah, kemarin ada sedikit rejeki buat beli raket. Bukan raket untuk tenis atau bulu tangkis, meskipun bentuknya mirip. Tapi raket elektrik yang setiap mengayun, tombol ditekan, dan kena nyamuk, pasti bunyinya langsung jedhar-jedhor kayak mercon lombokan dinyalakan. Pletikan apinyapun berkeredepan, seru!

Nyamuk di kamar sih cuma satu, teman-temannya yang banyak *nyengir*

Jadi, menurutkan kata hati yang penasaran, pengen bunuh semua nyamuk di kamar, tidak tidurlah aku semalaman. Habis, daripada bontot tubuhnya bentol-bentol jadi sasaran gigitan nyamuk.

Cuma, aku kok masih tidak ngerti, darimana mereka masuk ke kamarku ya? Jendela dan lubang di atas pintu tertutup kasa nyamuk. Sementara eternit juga rapat. Satu-satunya lubang terbuka ya cuma celah di bawah pintu yang tidak seberapa itu. Lantas, bagaimana nyamuk-nyamuk ini masuk? Apa bermain limbo, merayap melalui lubang bawah pintu itu?

Embuh. Aku juga tidak tahu.



UAN Bikin Puyeng

25 04 2008

UAN berlangsung. Media mengulas betapa ketatnya pengawasan distribusi soal UAN agar tak bocor dan jatuh ke tangan yang salah. Bahkan aparat sampai dikerahkan untuk hajatan pendidikan ini.

Murid sendiri puyeng. Mata pelajaran yang dimasukkan dalam UAN bertambah. Termasuk angka minimal kelulusan yang naik 1/4 satuan. Lengkap sudah. Sebelum UAN mulai murid sudah ciut hati. Salah satu saja mata pelajaran nilainya kurang dari 5,25 alamat tinggal kelas dan baru bisa mengejar ketinggalan di ujian tahun depannya. Stres berat.

Orangtua cuma bisa kebat-kebit. Paling yang dilakukan kemudian memacu anak buat belajar. Lha kalau anak sudah belajar sampai muntah-muntah, mosok juga harus dipaksa. Bukannya malah nanti njepluk, gegar otak.

Dalam kericuhan ini, tampaknya guru juga dihadapkan pada dilema. Kalau banyak murid yang tidak lulus, kok kayaknya mereka jadi merasa tidak becus. Sementara soal UAN benar-benar tidak bisa diduga. Pikiran pendek membuat oknum guru bahkan ikut ‘mengerjakan’ soal ujian dan berbagi jawaban dengan murid. Kacau.

Asli, sistem UAN saat ini bikin puyeng.



Surat Terbuka Untuk Jupe

23 04 2008

“Ngono yo ngono, ning ojo ngono”.

Wah, bener tidak ya ejaannya? Sudah lama tidak menggunakan idiom jawa ini. “Ojo” kadang ada yang menulisnya dengan “Aja”. Cuma, kok kayaknya lebih asik ditulis dengan huruf “o” daripada “a”.

Itu kan pepatah jawa untuk teguran supaya kita tidak terlalu berlebihan dalam segala hal. Ojo kebangeten. Sak madya, secukupnya saja. Yah, hal-hal yang seperti itulah. Dan aku melihat ‘terlalu berlebihan’ ini juga dilakukan Jupe.

Jupe yang aku maksud siapa lagi kalau bukan Julia Perezzzzzz, yang katanya seksi itu. Padahal menurutku tidak begitu juga. Body, ndak seksi banget, cuma karena memang sengaja diumbar, jadi keliatan seksi. Aku yakin kalau dia pakai pakaian yang rada tertutup begitu pasti cuma kayak aku yang sudah simbok-simbok ini.

Soal wajah? Sebenarnya Jupe cantik lho. Cuma karena sering banget ekspresinya terlalu mengundang, mupeng - muka pengen, aku kok jadi mau muntah ya? Tapi ini pendapatku sebagai perempuan lho ya. Kalau laki-laki gak tahu deh, kali ikut ‘kesetrum’ juga lihat muka dia nantang banget ngajak kelonan itu.

Beberapa hari ini kan aku mengikuti polemik peluncuran album nyanyi dia yang dikecam menteri pemberdayaan perempuan, potensial dicekal juga oleh BSF, dlsb. Jupe aku lihat mencoba berendah hati dengan tidak nantangin ibu menteri dan pihak-pihak yang berpolemik dengannya. Jawabannya masih lumayan oke, meski kelihatan dia tidak menguasai masalah. Kalau dia tahu persis alasannya menyisipkan kondom di album ndangndutnya itu, aku yakin dia justru akan tegas mempertahankan. Tapi sudah lah, tulisan ini tidak untuk memperkeruh polemik itu kok.

Si mlandhing ini cuma ingin mengatakan apa yang harus dikatakan.

Jupe, semua manusia, khususnya perempuan, sangat diberkahi oleh Tuhan YME
Kita punya segalanya, tubuh, wajah, dan lautan cinta untuk dibagikan.
Bukan berarti kita bebas mengumbarnya, ada pilihan-pilihan yang semestinya tepat, kepada siapa itu diberikan
Karena dalam ‘keterbatasan’ itulah justru kita ini indah.

Kau bisa saja mengatakan anti seks bebas, tapi ekspresimu jauh dari itu.
Bibirmu bisa saja mengatakan lirik lagumu secara harafiah tak bermakna beda,
tapi siapapun tahu arti dibaliknya, apalagi kau tumpangi dengan ekspresimu yang seolah kurang belaian.
Aku yakin, jauh di lubuk hatimu kau juga memahami lirik-lirik bersayapmu.

Ekspresimu, desahanmu, adalah milikmu.
Kau bebas memilih mengungkapkannya tanpa menghiraukan pendapat orang lain.
Tapi kalau itu pilihanmu, maka tak perlu kau berkilah apapun.
Jadilah dirimu.

Tapi boleh gak ya pepatah di atas tadi kau resapkan?
Berlatihkan menggunakan kecerdasan, jangan terlalu mengikutkan kata hati.
Dengan begitu, semoga kau bisa jadi wanita yang lebih bijak.
Sehingga tahu, kapan bicara, kapan diam.

salam,
mlandhing



Ejaan, Please!!

19 04 2008

Ejaan, please!

Aku kok rada jengkel kalau ada tulisan dengan ejaan yang ‘hancur’. Aku tahu blog adalah bentuk ekspresi pribadi. Aku memahami jika pemilik blog merasa bebas memilih gaya tulisan dalam mengekspresikan dirinya. Toh, aku juga melakukannya kok. Cuma, kalau semua kata disingkat sampai orang lain yang baca harus mengerutkan dahi, mencoba mengartikan tulisan yang ada, apa asiknya?

Boleh dong, aku berharap si penulis lebih memperhatikan kebutuhan orang lain dalam memahami dirinya? Apa aku salah?



Proteeesssss…!

16 04 2008

Iya. Aku protes!

Aku protes karena tidak dapat kiriman mug dagdigdug!

Aku protes karena tidak dapat kiriman kaos dagdigdug!

Tapi, aku berhenti protes. Karena tanpa dikirim pun besok pagi aku tinggal mampir, ambil kaos, atau mug, atau apapun yang bau dagdigdug di jl langsat.

Nggak boleh? Protes lagi!

Gitu aja kok repot :P:P

*mode nyengir ke pakdhe-pakdhe dan mbak susie*